Author and Guidelines

PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL.

Artikel yang dikirim ke redaksi Ta'limuna : Jurnal Pendidikan Agama Islam harus mengikuti ketentuan-ketentuan teknis sebagai berikut:

1. Artikel merupakan tulisan konsepsional atau hasil penelitian studi keislaman dalam ragam lingkup kajian, antara lain: a) Pendidikan Islam; b) Filsafat Pendidikan Islam; c) Tarbiyah Islamiyah ; dan d) Pemikiran tentang Pendidikan Islam.

2. Artikel adalah karya autentik dan belum pernah diterbitkan dalam jurnal (berkala ilmiah) lain atau buku bunga rampai.

3. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris baku dengan spasi 1,5 cm pada kertas A4 dan dikirim dalam bentuk cetak (print out) sebanyak 1 eksemplar atau dikirim melalui email ke alamat: hokondog@yahoo.co.id. Panjang tulisan 20-25 halaman. Artikel paling lambat diserahkan dua bulan sebelum jurnal diterbitkan.

4. Menyertakan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris maksimal 200 kata; pada setiap abstrak disusul dengan kata kunci (keyword>).

5. Nama penulis artikel (tanpa gelar akademik, jabatan, atau kepangkatan) dicantumkan dengan disertai alamat korespondensi, alamat email, dan atau nomor telpon kantor atau telpon seluler.

6. Perujukan dalam artikel menggunakan model footnote dengan memperhatikan kekhasan referensi yang dirujuk, seperti buku, buku terjemahan, buku berjilid/bervolume, buku bunga rampai, artikel dalam bunga rampai, artikel dalam jurnal, artikel dalam ensiklopedia, artikel dalam website (internet), artikel dalam media massa (majalah atau surat kabar), skripsi, tesis, disertasi, maupun kitab suci. 1. Footnote (Catatan kaki) dari Buku - Satu Pengarang 1 Ade Iwan Setiawan, Penghijauan dengan Tanaman Potensial, Penebar Swadaya, Depok, 2002, hlm. 14. - Dua Pengarang 2Bagas Pratama dan T. Manurung, Surat Menyurat Bisnis Modern, Pustaka Setia, Bandung, 1998, hlm. 50.

2. Footnote (Catatan kaki) dari Internet 3Richard Whittle, “High Sea Piracy: Crisis in Aden”, Aviation Today, diakses dari http://www.aviationtoday.com/rw/military/attack/High-Sea-Piracy-Crisis-in-Aden_32500.html, pada tanggal 31 Mei 2013 pukul 10.47

3. Footnote (Catatan kaki) dari Majalah 4Mochtar Naim, ’’Mengapa Orang Minang Merantau?’’ Tempo, 31 Januari 1975, hlm. 36.

4. Footnote (Catatan kaki) dari Surat Kabar Suara Merdeka, 29 Agustus 2005, hlm. 4. Diatas merupakan contoh-contoh penulisan Footnote atau Catatan kaki. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan footnote adalah sebagai berikut. Nomor footnote agak diangkat sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak sampai setinggi satu spasi. Nomor itu jauhnya tujuh huruf dari margin atau tepi teks, atau sama dengan permulaan alinea baru. Jika catatan kaki terdiri lebih dari dua baris, baris kedua dan selanjutnya dimulai di garis margin atau tepi teks biasa. Nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Prof., Dr., Ir., dan sebagainya tidak perlu dicantumkan. Judul buku digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik atau dicetak miring jika diketik dengan komputer. Jika buku, majalah, atau surat kabar ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua. Jika sumbernya berasal dari internet: Nama depan dan belakang penulis, “Judul dokumen,” nama website, alamat web komplit, tanggal dokumen tersebut di download. Pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau dkk. Dalam menuliskan footnote, adakalanya digunakan singkatan-singkatan tertentu, yaitu : ibid, kependekan dari ibidem yang berarti ‘di tempat yang sama dan belum diselingi dengan kutipan lain’. op.cit., singkatan dari opere citato, artinya ’dalam karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber lain’. loc.cit,