PERAN LABORATORIUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK ( Studi Kasus di SMA Negeri 3 Malang)

Subur Wijaya(1*),

(1) STKQ Al-Hikam Depok
(*) Corresponding Author

Abstract


Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Laboratorium Pendidikan selanjutnya disebut laboratorium, adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi Laboratorium agama adalah suatu unit penunjang akademik yang di dalamnya terdapat alat peraga praktik keagamaan, mulai dari yang berbasis hard copy, e-book, software digital, dan lain-lain. Hal ini bertujuan agar pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah tidak hanya sekedar teori keagamaan saja dalam artian peserta didik hanya mampu mendengarkan akan tetapi lebih dari itu, para peserta didik diajak untuk mengeksploitasi dan mempraktikkan pengetahuan agama yang didapat melalui sarana media laboratorium agama.

Pendidikan agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membetuk peserta didik agar menajdi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa  dan berakhlak  mulia.  Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan  dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengamalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual  ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya  bertujuan pada  optimalisasi berbagai potensi  yang dimiliki manusia  yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

Proses kegiatan belajar dan mengajar di laboratorium agama sedikit banyak dapat menciptakan atmosfir pembelajaran yang efektif, inovatif dan menyenangkan, berdasarkan pengamatan peneliti salah satu indikasinya adalah siswa dapat lebih aktif dalam menyimak pelajaran yang disampaikan. Dalam proses transfer of knowledge yang di lakukan di lab agama bisa dikatakan peserta didik dapat cepat menerima materi karena mereka bukan hanya dari sisi teori tetapi sedikit banyak mereka dapat mengapikasikannya langsung, dengan cara mempraktikan, berdiskusi, tanya jawab dan lain-lain.

Full Text:

PDF

References


Afifuddin. Psikologi Pendidikan anak Usia SD, Solo: harapan Massa, 2006.

Al-Qur'an dan terjemahnya, Surabaya: Penerbit Mahkota, 1989.

D.Marimba1, Ahmad, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung, Al-Ma’Arif, 2007.

Decaprio, Richard, Tips Mengelola Laboratorium Sekolah, Jogjakarta: Diva Press, 2013.

Direktorat pendidik dan tenaga kependidikan Ditjen Dikti.

Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam

Gerungan, Psikologi Sosial. Bandung, 2006.

Hamidi, Zainuddin dkk, Shohih Bukhori. Jakarta: Widjaya, 2006.

Haryati, Nik, Pengembangan Kurikulum Agama Islam, Bandung: Alfabeta, 2011.

Hasil wawancara kepala sekolah SMAN 3 Malang, pada tanggal 17 Mei 2013.

http://arienurdiansyah.wordpress.com/2012/01/03/4/ dikutip pada tanggal 23 Mei 2013.

Kementerian Pendidikan Nasional 2011, dikutip tanggal 23 Mei 2013.

.

Kusrini, Siti. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Malang: IKIP Malang. 1991.

Majid, Abdul dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung, Remaja Rosda Karya, 2004.

Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.

Maktabah Syamilah, versi 3.0

Moeloeng, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosdakarya, 2004.

Muhaimin. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, Jakarta: Pustaka Pelajar. 2003.

Nasir, M. Metode Penelitian, jakarta, PT. Raja Grafindo, 1998.

Patty, F. Pengantar Psikologi Umum. Surabaya: Usaha Nasional, 2007.

Permendiknas no 2 tahun 2007 dan Undang-Undang RI tentang SISDIKNAS, 2003.

Proyek Pembinaan Sarana dan Presarana Perguruan Tinggi Agama / IAIN Jakarta, 2002/2003.

Purwanto, Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Karya, 2003.

Qur’an Digital Software, versi 1.2

Sujanto, Agus dkk. Psikologi Kepribadian, Jakarta: Aksara Baru, 2001.

Suryapratondo. Suparlan, Ilmu Jiwa Kepribadian, Jakarta: Paryu Barkah, 2004.

Suyanto, Agus, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Aksara Baru, 2008.

Tasmara, H.Toto, Etos Kerja Pribadi Muslim. Yogyakarta: PT Dana Bhakti Wakaf, 2005.


Article metrics

Abstract views : 115 | views : 51


DOI: http://dx.doi.org/10.32478/evaluasi.v2i2.160

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 journal EVALUASI