EVALUASI GERAKAN SEKOLAH MENYENANGKAN MELALUI METODE SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) SELAMA PANDEMI COVID-19 DI SDN REJODANI SLEMAN

Published : 2021-09-11 | Abstract viewsc: 54 | PDF views: 15
------------------------------------------------------------------------------------------------
: Aisya Rahma Fadhilla(1*), Suyadi Suyadi(2),

(1) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
(2) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Salah satu problem yang dihadapi pendidikan Indonesia adalah anggapan bahwa sekolah bukan lagi sebagai tempat yang menyenangkan bagi siswa. Guru hanya fokus pada konten materi pelajaran untuk mengejar nilai dan rangking sekolah sehingga nilai sosial dan emotional serta karakter cenderung dilupakan. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah dipandang kurang menyenangkan. Gerakan sekolah menyenangkan adalah gerakan sosial bersama guru untuk mencipatakan budaya belajar kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaulasi program gerakan sekolah menyenangkan yang dilakukan oleh SD Negeri Redjodani. Penelitian ini merupakan peneltian evaluasi dengan model CIPP yang dikembangkan oleh Stuflebeam yang mendasarkan pada konteks, input, proses, dan produk suatu program sebagai komponen yang dievaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui metode social emotional learning (SEL) pembelajaran di SDN Rejodani menjadi menyenangkan dengan berbagai macam bentuk kegiatan   dari guru untuk guru maupun daru guru untuk siswa serta dari orang tua untuk siswa diantaranya yaitu; Workhsop GSM; Circle Time; Project; Zona Emosi; Zona Cita-cita; Zona Harapan Orang Tua; Kantung Kebaikan; dan Jurnal Harian. Ditinjau dari efektivitas konteks, input, process,dan product pada program Gerakan Sekolah Menyenangkan melalui metode SEL secara keseluruhan efektivitas program Gerakan Sekolah Menyenangkan melalui metode SEL sudah dapat dikatakan “efektif” karena tiga komponen dari empat komponen yang dievaluasi sudah dapat dinyatakan terpenuhi secara optimal. Hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh peneliti menghasilkan rekomendasi untuk “merevisi program”, dikarenakan masih terdapat satu kompenen yang belum dapat dinilai efektif dan masih perlu diadakannya perbaikan yang berkelanjutan.

Full Text:

PDF

Article metrics

Abstract views : 54 | views : 15


DOI: http://dx.doi.org/10.32478/evaluasi.v5i2.735

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Aisya Rahma Fadhilla, Suyadi Suyadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.