MASKULINITAS DAN FEMINITAS KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM: KAJIAN DEFERENSIASI OTAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN PERSPEKTIF NEUROSAINS

Published : 2021-03-12 | Abstract viewsc: 910 | PDF views: 512
------------------------------------------------------------------------------------------------
: Aisyatur Rosyidah(1*), Suyadi Suyadi(2),

(1) Magister Universitas Ahmad Dahlan
(2) Magister Universitas Ahmad Dahlan
(*) Corresponding Author

Abstract


Sikap komunikatif terhadap anggota dianggap sebagai peluang yang besar bagi perempuan dalam mengisi sector publik. Namun ternyata, kelebihan sikap tersebut tidak menjamin bahwa perempuan dapat mengimbangi presentase keterlibatannya secara signifikan menyamai laki-laki. Berdasarkan data dari Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan tahun 2019/2020 bahwa jumlah kepala sekolah perempuan di tingkat sekolah menengah Indonesia berjumlah 9.516 dan kepala sekolah laki-laki berjumlah 26.167. Selanjutnya, perempuan sudah lebih dulu tertampar paradigma bahwa memimpin berarti membawa sesuatu yang berat dan penuh risiko yang bertolak dengan sifat dasar feminim. Namun seiring berjalannya waktu, perempuan mulai menunjukkan eksistensinya dengan keluar dari ranah domestik.  Ketercapaian para pemimpin perempuan membuat gaya baru dalam memimpin yang tidak hanya mengandalkan otokratis dari maskulinitas laki-laki. Perbedaan gaya memimpin antara laki-laki dengan gaya maskulinnya dan perempuan dengan feminimnya memberikan kesan yang berbeda bagi tiap anggota. Gaya kepemimpinan yang maskulin cenderung berorientasi pada ketercapaian tugas dan gaya kepemimpinan yang feminim cenderung mengutamakan hubungan kinerja dengan anggotanya. Perbedaan dari sifat dasar maskulin pada laki-laki dan femimim pada perempuan tidak hanya disebabkan oleh konstruk budaya setempat, teapi berdasarkan struktur fisiologis otak laki-laki dan perempuan. Untuk itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kejelasan tentang perbedaan struktur otak manusia yang menyebabkan lahirnya tipologi dalam gaya pemimpin maskulin dan feminim untuk selanjutnya diharapkan dapat memberikan implikasi besar pada dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam.


Keywords


Maskulinitas, Feminitas, Kepemimpinan, Otak laki-laki dan Perempuan, Pendidikan Islam

Full Text:

PDF

References


Abuddin Nata. (2008). Metodologi studi Islam (Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Ahmad Tafsir. (2012). Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: PT Rosda Karya.

Akif Khilmiyah. (2016). Metode Penelitian Kualitatif, cetakan pertama (Yogyakarta: Samudra Biru.

Alamsyah Said. (2017). Revolusi Mengajar Berbasis Neurosains, Jakarta: Prenada.

Alamsyah Said. (2017). Revolusi Mengajar Berbasis Neurosains, Jakarta: Pranada Media.

Agus Purwanto et al., “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Tansformational, Authentic, Authoritarian, Transactional Terhadap Kinerja Guru Madrasah Aliyah di Tangerang,” journal EVALUASI 4, no. 1 (March 7, 2020): hlm. 21, https://doi.org/10.32478/evaluasi.v4i1.342.

George Duke Y. (1979). The Bem Sex-Role Inventory Rexamined, Psychological Reports, Desember, 1979. http://journals.sagepub.com/doi/10.2466/pr0.1979.45.3.935

Husamah, dkk. (2018). Buku Belajar dan Pembelajaran, Malang: UMM Press.

Louann Brizendine, M.D. (2014). Penerjemah, Ari Cahyani, Female Brain, cetakan III, Jakarta: Phoenix Publishing Project.

Muhammad Iqbal, Kisma Fawzea. (2002). Psikologi Pasangan: Manajemen Konflik Rumah Tangga, Jakarta: Gema Insani.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2005). Metode penelitian pendidikan (Bandung: Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya.

Noorrela Ariyunita, “PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH TERHADAP KINERJA PENDIDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) AL HUDA MAGUWO, SLEMAN.,” Journal EVALUASI 3, no. 1 (March 20, 2019): hlm. 45, https://doi.org/10.32478/evaluasi.v3i1.201.

Nuril Herachwati, Bhaskaroga Dwiatmaja Basuki. (2012). Gaya Kepemimpinan Laki-laki dan Perempuan, Majalah Ekonomi, Tahun 22 No, 2 Agustus 2012.

Profil Perempuan Indonesia 2019. (2019). Badan Pusat Statistik, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Suyadi A. (2020). Otak Karaketer Dalam pendidikan Islam: Analisis Kritis Pendidikan karakter Islam Berbasis Neurosains Jurnal Pendidikan karakter, Vol. 10, No. 1, April 2020. https://journal.walisongo.ac.id/index.php/sawwa/article/view/2927.

Suyadi. (2018). Diferensiasi Otak laki-laki dan Perempuan Guru Taman Kanak-Kanak Aisyiah Nyai Ahmad Dahlan Yogyakarta: Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Perspektif Gender dan Neurosains, Sawwa Jurnal Studi Gender, Vol. 13, No. 2, 2018. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/29693

Taufiq Pasiak. (2006). Manajemen Kecerdasan Memberdayakan IQ, EQ dan SQ untuk kesuksesan hidup, Bandung: Mizan.

Tim Penyusun Pusat Data Dan Teknologi Informasi Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. (2020). Statistik PAUD 2019/2020, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Tim Penyusun Pusat Data Dan Teknologi Informasi Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. (2020). Statistik SD 2019/2020, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Tim Penyusun Pusat Data Dan Teknologi Informasi Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. (2020). Statistik SMP 2019/2020, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Tim Penyusun Pusat Data Dan Teknologi Informasi Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. (2020). Statistik SMA 2019/2020, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Tim Penyusun Pusat Data Dan Teknologi Informasi Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. (2020). Statistik SMK 2019/2020, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Yunahar Ilyas. (2015). Kesetaraan Gender Dalam al-Qur’an


Article metrics

Abstract views : 910 | views : 512


DOI: http://dx.doi.org/10.32478/evaluasi.v5i1.545

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Aisyatur Rosyidah, Suyadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.