PEMBELAJARAN PERSPEKTIF AL GHAZALI DAN IBNU MISKAWAIH

Abdul Halim(1*),

(1) Dosen IKAHAC (Institut Pesantren KH Abdul Chalim)- Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Human as educational beings (homo educandum) has never been separated from the process of education. Therefore, they can be an object or subject of education. the educational process carried out by humans will coincide with the learning process. learning is the process of interaction between individuals (students) and other individuals (teachers) or with their environment that is intended to change a person's behavior permanently both intellectual, emotional or spiritual aspect through experience. Generally,  theories of learning are behaviorist, cognitive and humanistic theory  that lead to self's change through their learning experience based on purpose. According to Ghazali and Ibn Miskawaih's perspective, the purpose of learning is a positive moral change towards what is done by a teacher.  al Ghazali points that parent is a first educator in the individual life. According to Ibnu Miskawaih, materials for the learning is developed by using Islam epistemology.  and the other hand, al Ghazali declare a material of learning is developed by sufistic values  approach.

Manusia mempunyai julukan sebagai homo educanum. Hal ini nampak pada proses kehidupan manusia dimana ia tidak akan pernah lepas dari proses pendidikan. Disatu sisi ia dapat menjadi obyek sekaligus subyek pendidikan. Pembelajaran adalah proses interaksi yang dilakukan oleh peserta didik dan guru atau lingkungannya yang ditujukan untuk merubah perilaku seseorang secara permanen baik aspek intelektual, emosi atau spiritual melalui pengalaman. Pada umumnya teori belajar behaviorisme, kognitif dan humanistik menginginkan adanya perubahan pada diri seseorang sesuai dengan yang ditujukan melalui pengalaman belajarnya. Dalam perspektif tasawuf sebagaimana diungkapkan oleh al Ghazali dan Ibnu Miskawaih bahwa tujuan pembelajaran adalah perubahan akhlak (perilaku) seseorang kepada yang baik yang dilakukan oleh seorang guru dimana menurut pandangan tasawuf bahwa pendidik pertama tersebut adalah orang tua sedangkan materi yang digunakan adalah materi-materi yang secara epistimologis dibangun secara islami sedangkan menurut al Ghazali materi tersebut juga perlu dibangun dengan pendekatan nilai sufistik.

 


Keywords


Pembelajaran , Tasawuf , Al Ghazali, Ibnu Miskawih

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Amin. 1992. The Idea of Universality of Ethical Norms in Ghazali and Kant. (Ankara: Turkiye Diyanet Vakfi)

Al Syaibani, Omar Muhammad Al Toumy Terj Hasan Langgulung. 1979. Falsafah Pendidikan Islam (Jakarta: Bulan Bintang)

Aloysius P, Martinich. 1984. Comunication And Refferences. (New York: The Gruyter).

Arifin, Muzayyin . 2009. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara)

Atmosoeprapto, Kisdarto. 2008. Temukan Kembali Jati Diri Anda. (Jakarta: Elex Media Komputindo).

Darajat, Zakiah. 1992. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara).

el Fiky, Ibrahim. 2009. Terapi Berpikir Positif (Bandung: Zaman)

Fakhry, Madjid. 1996. Etika dalam Islam. Terj. Zakiyuddin Baidhawy (Yogyakarta: Pustaka Pelajar)

Jarvis, Peter & Colin Griffin. 2003. The Theory & Practice of Learning (USA: Kogan Page)

Loyd, D.L. 2005. Philosophy and The Teacher (London: Routledge)

Miskawayh, Ibnu. 1983. Ta’dhib al-Akhlāq wa Tathir al-‘Araq, ed. Hasan Tamim. (Bayrūt: Manshūrat Dār al-Maktabah)

------------------. 1964. Fi al-Aql wa al-Ma’qul, dalam Arabica, (Leiden: Swets & Zeitlinger BV., Vol. XI)


Article metrics

Abstract views : 33 | views : 32


DOI: http://dx.doi.org/10.32478/ngulang.v1i2.232

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Abdul Halim

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.