PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS IMTAQ DAN IPTEK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 PADA MATA PELAJARAN SAINS MADRASAH IBTIDAIYAH

Aslan Aslan(1*),

(1) Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (IAIS)
(*) Corresponding Author

Abstract


Permasalahan utama dalam pendidikan adalah kurikulum, sehingga perubahan kurikulum adalah untuk menjawab tantangan zaman seiring dengan perkembangan teknologi. Namun, dampak dari perubahan kurikulum, tidak selamanya mengintegrasikan agama, kecuali pada kurikulum 2013. Kajian dalam penelitian ini menggunakan literatur. Hasil penelitian menemukan bahwa, model dalam pengembahan bahan ajar di era revolusi industri saat ini pada mata pelajaran IPA menggunakan model teori Walter Dick and Lou Corey yang dikembangkan oleh peneliti sesuai dengan karakteristik dan daerah masing-masing. Model yang tepat untuk integrasi sains dalam pembelajaran IPA adalah model penggabungan integrasi dalam dimensi Filosofis, sebagai pondasi dasar dengan model integrasi Diadik Dialogis, sebagai acuan pengembangan bahan ajar. Bahan ajar dari mata pelajaran IPA, dilandasi oleh kajian al-Qur’an dan al Hadis, agar tujuan dalam pembelajaran menjadi terintegratif, artinya dapat  meningkatkan dan menumbuhkan kesadaran peserta didik dari aspek intelektual, emosional maupun spiritual dan mewujudkan insan yang mempunyai kedalaman spritual, keagungan akhlaq, keluasan Intelektual dan kematangan professional.

Keywords


Developing, Learning Module, Science, Islamic Integration-Science

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A.S. Teori-Teori Pendidikan Berdasarkan al-Qur’an. Bandung: Rineka Cipta, 1994.

Aisyah, Siti. “Persepsi Tokoh Masyarakat Terhadap Kiprah Sosial Dan Kiprah Akademik Alumni IAIN Antasari Banjarmasin.†Disertasi tidak diterbitkan, UIN Antasari Banjarmasin, 2018.

Aslan. “Dinamika Pendidikan Islam DI Zaman Penjajahan Belanda.†Syamil 6, no. 1 (2018): 39–50.

———. “Kurikulum Pendidikan VS Kurikulum Sinetron.†Khazanah: Studi Islam dan Humaniora 14, no. 2 (2016): 135–148.

Aslan, Agus Setiawan, dan Hifza. “Peran Pendidikan dalam Merubah Karakter Masyarakat Dampak Akulturasi Budaya di Temajuk.†FENOMENA: Jurnal Penelitian 11, no. 1 (2019): 11–30. https://doi.org/10.21093/fj.v11i1.1403.

Asnimar, Hasmalena, Syafdaningsih, Rukiyah, dan Mahyumi Rantina. Bahan Ajar Bidang Pengembangan Berbasis Saintifik Sesuai Kurikulum 2013. Jawa Barat: EDU PUBLISHER, 2019.

Bagir, Zainal Abidin. Integrasi Ilmu dan Agama; Interpretasi dan aksi. Bandung: Mizan, 2005.

Bakhtiar, Amsal. Filsafat Ilmu. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.

Buseri, Kamrani. Dasar, Asas dan Prinsip Pendidikan Islam. Banjarmasin: IAIN Antasari, 2014.

———. Pendidikan Keluarga Dalam Islam Dan Gagasan Implementasinya. Yogyakarta: Lanting Media Aksara Publishing House, 2010.

Damami, Mohammad. Dayah, Surau, dan Pesantren: Lembaga Pusat Kegiatan Islam dan Tantangannya, dalam Buku Antologi Studi Islam. Yogyakarta: Pascasarjana Press Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2003.

Fanani., dkk, Zainuddin. Pengembangan studi Islam dalam dimensi Filososi dalam Studi Islam Asia-Tenggara. Surakarta: Press, 1999.

Haryanto. Diktat Bahan Kuliah: Pengembangan Pendidikan Kurikulum Luar Biasa. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Luar Biasa: Fakultas Ilmu Pendidikan, 2010.

Karwadi. “Integrasi Paradigma Sains dan Agama dalam Pembelajaran Akidah.†Jurnal Penelitian Agama XVII, no. 8 (2008): 520–60.

Kawamura, Chiyo. “Pendidikan Sekolah Rakyat di Jawa Pada Masa Pendudukan Jepang dari Perspektif Buku Pelajaran.†Lembaran Sejarah 7, no. 1 (2004): 155–72.

Lapidus, Ira M. A History of Islamic Societes. New York: Cambridge University Press, 1991.

Maksudin. Pendidikan Karakter Non Dikotomik. Yogyakarta: FTK UIN Sunan kalijaga, 2013.

Malla, Hamlan Hi. AB. Andi. “Madrasah Dalam Sistem Pendidikan Nasional.†INSPIRASI X (2010): 165–74.

Masyhud, H. M. Sulthon, Moh. Khusnurdilo, Mastuki, dan Sigit Muryono. Manajemen Pondok Pesantren. Cet-2. Jakarta: Diva Pustaka, 2005.

Mujiburrahman. Feeling Treatened Muslim-Christian Relations in Indonesia’s New Order. Amsterdam: University Press, 2006.

———. “Korupsi dan Impian Hati.†Banjarmasin Post, 8 Januari 2018. http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/01/08/korupsi-dan-impian-hati.

Mustofa, Ali. “Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Pesantren, Madrasah Dan Sekolah,†t.t.

Piliang, Yasraf Amir. Dunia Yang Telah Diliipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Bandung: Matahari, 2011.

Razali, Mutiara Fahmi. “APENDIKS: Tranformasi Semangat Kebangkitan Kota Hiroshima dan Kesennuma di Jepang ke Pesantren di Indonesia.†Media Syariah XV, no. 2 (2013): 271–80.

Rohman, Miftahur. “Kebijakan Pendidikan Islam Masa Penjajahan Jepang.†Al-Hikmah: Jurnal Pendidikan Agama Islam 02, no. 01 (2018): 15–33.

Sabarudin, Muhammad. “Pola dan Kebijakan Pendidikan Islam Masa Awal dan Sebelum Kemerdekaan.†Jurnal Tarbiya 1, no. 1 (2015): 139–74.

Steenbrink, Karel A. Pesantren Madrasah Sekolah: Pendidikan Islam Dalam Kurun Modern, terj. Karel A. Steenbrink dan Abdurrahman. Cetakan II. Indonesia, Jakarta: LP3ES, 1994.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2006.

Tendi. “Propoganda Terhadap Umat Islam di Zaman Jepang, 1942-1945.†Tamaddun 6, no. 1 (2018): 56–82.

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI (last). Ilmu Dan Aplikasi Pendidikan: Bagian I: Ilmu Pendidikan Teoretis. Grasindo, 2007.

Toyyar, Husni. “Model–Model Integrasi Ilmu dan Upaya Membangun Landasan Keilmuan Islam.†Makalah, UIN Sunan Kalijaga, 2008.

Walter, Dick, dan Lou Carey. The Systematic Design of Instruction. USA: Scott, Foresman and Company, 1978.

Widodo, Chomsin S., dan Jasmadi. Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2008.


Article metrics

Abstract views : 351 | views : 269


DOI: http://dx.doi.org/10.32478/talimuna.v9i1.345

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Aslan Aslan

License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.