Otoritas Kepemimpinan Karismatik Tuan Guru dalam Membentuk Budaya Religius

Published : 2021-09-11 | Abstract viewsc: 661 | PDF views: 351
------------------------------------------------------------------------------------------------
: Safinah Safinah(1*), Zainal Arifin(2),

(1) Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
(2) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini mendeskripsikan tentang otoritas karismatik TGH Syahri Ramadhan dalam membentuk budaya religius di pondok pesantren Darul Musthofa Nahdlatul Wathan Lombok Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan: (1) observasi rangkaian kegiatan santri di pondok pesantren untuk mengamati budaya religius sehari-hari dan (2) wawancara mendalam kepada para asatidz, tokoh masyarakat dan ketua yayasan untuk menggali otoritas kepemimpinan karismatik TGH Syahri Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, sumber otoritas karismatik TGH Syahri Ramadhan adalah kewibawaan dan karomah yang lahir dari amalan wirid serta didukung dengan tradisi pendidikan Islam Nahdlatun Wathann (NW) yang memiliki jargon“sami’na wa atho’na” artinya “kami mendengar dan kami taat” yang tertanam pada seluruh warga pondok pesantren. Kedua, strategi kepemimpinan karismatik TGH Syahri Ramadhan dalam membetuk budaya religius melalui: (1) penanaman ideologi Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja) bermazab Imam asy-Syafi’I, (2) pembiasaan budaya religius seperti: (a) kegiatan rutin harian, (b) mewajibkan seluruh kegiatan keagamaan, (c) menciptakan lingkungan religius, (d) melibatkan seluruh warga sekolah. (3) tatanan simbol dalam bentuk atribut dan aktivifitas seni.

 

Kata kunci: Otoritas Kepemimpinan, Karismatik, Tuan Guru, Budaya religius.

Keywords


Kepemimpinan

Full Text:

PDF

References


Alfian, M. A. (2009). Menjadi Pemimpin Politik: Perbincangan Kepemimpinan dan Kekuasaan (Cet. 2). Gramedia Pustaka Utama.

Arifin, Z. (2017). Authority of Spiritual Leadership at Pesantren Temboro Based on Jamaah Tabligh Ideology. Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 265–292. https://doi.org/10.14421/jpi.2017.62.265-292

Chotimah, C., & Fathurrahman, M. (2014). Komplemen Manajemen Pendidikan Islam; Konsep Integratif Pelengkap Manajemen Pendidikan Islam. Teras.

Creswell, J. W., Lazuardi, A. L., & Qudsy, S. Z. (2015). Penelitian kualitatif & desain riset: Memilih diantara lima pendekatan (Ed. 3). Pustaka Pelajar.

Danim, S. (2010). Kepemimpinan pendidikan: Kepemimpinan jenius (IQ + EQ), etika, perilaku motivasional dan mitos. Alfabeta.

Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kiai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia (9th ed.). LP3ES.

Fahrurrozi. (2010). Tuan Guru Dalam Idealitas Normatif Dengan Relialitas Sosial Pada Masyarakat Lombok. Jurnal Penelitian Keislaman, 7(1), 16.

Farhan, L. P., & Hadisaputra, P. (2020). Tasawuf Pesantren: Jalan Menuju Revolusi Spiritual. Al-Fikr: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 53–64. https://doi.org/10.32489/alfikr.v6i2.74

Fitriani, M. I. (2016). KEPEMIMPINAN KHARISMATIS-TRANSFORMATIF TUAN GURU DALAM PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT SASAK-LOMBOK MELALUI PENDIDIKAN. 16(1), 22.

Hermino, A. (2014). Kepemimpinan Pendidikan Di Era Globalisasi (Cet. 1). Pustaka Pelajar.

Hidayat, A., & Machali, I. (2012). Pengelolaan Pendidikan: Konsep, Prinsip, dan Aplikasi dalam Mengelola Sekolah dan Madrasah. Kaukaba.

Karim, A. G. (2009). THE PESANTREN-BASED RULING ELITE IN SUMENEP IN THE POST-NEW ORDER INDONESIA. JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM, 3(1), 97–121. https://doi.org/10.15642/JIIS.2009.3.1.97-121

Kartono, K. (2001). Pemimpin dan kepemimpinan: Apakah pemimpin abnormal itu. Raja Grafindo Persada.

Kurdi, S. (2007). Peranan Elit Ulama di Negeri Para Mullah ( Studi Pemikiran Khoemeini Tentang Wilayatul Faqih ). Jurnal HermeneiaVol-6-No-1-2007. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/8518/

Mastuhu. (1994). Dinamika sistem pendidikan pesantren: Suatu kajian tentang unsur dan nilai sistem pendidikan pesantren. INIS.

Muhaimin. (2011). Pemikiran dan aktualisasi pengembangan pendidikan Islam (Cet. 1). Rajawali Pers.

Muhtarom H. M. (2005). Reproduksi ulama di era globalisasi: Resistansi tradisional Islam (Cet. 1). Pustaka Pelajar.

Nasip, A., Mahyuni, M., & Nuriadi, N. (2019). Nilai Pendidikan, Sosial, Kultural, dan Spiritual dalam Wasiat Renungan Masa Karya Tgkh. Zainuddin Abdul Madjid: Tinjauan Hermeneutika. LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 16(2), 271–284. https://doi.org/10.30957/lingua.v16i2.607

Nizar, S. (2013). Sejarah Sosial dan Dinamika Intelektual Pendidikan Islam di Nusantara. Kencana.

Nugroho, I. (2016). Kepemimpinan perpaduan iman, ilmu & akhlak (Cet. 1). Pustaka Pelajar.

Putrawan, A. D. (2014). DEKARISMATISASI TUAN GURU DI PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT. In Right; Jurnal Agama dan Hak Asasi Manusia, 5(2), 50.

Raharjo, D. (1995). Pesantren dan Pembaharuan (Cet. 5). LP3ES.

Ramayulis, R., & Mulyadi, M. (2017). Manajemen dan kepemimpinan pendidikan islam (Cet. 1). Kalam Mulia.

Robertson, R. (1993). Agama :dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis (E. 1, Cet. 3). Raja Grafindo Persada.

Rohmaniyah, I., & Woodward, M. (2012). Wahhabism, Identity, and Secular Ritual: Graduation at an Indonesian High School. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 50(1), 119–145. https://doi.org/10.14421/ajis.2012.501.119-145

Steenbrink, K. A. (1986). Pesantren Madrasah Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. LP3ES.

Sugiyono. (2008). Metode penelitian pendidikan: (Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R & D). Alfabeta.

Sukamto. (1999). Kepemimpinan Kiai dalam Pesantren,. LP3ES.

Thohri, dkk, M. (2016). Barokah Cinta Maulana. IAIH NW Lombok Timur Press.

Thompson, H. M. (1977). Weber and Islam: A critical study by Bryan S. Turner London and Boston, Routledge & Kegan Paul, 1974. Pp. ix+212. £4.50. The Journal of Modern African Studies, 15(2), 342–343. https://doi.org/10.1017/S0022278X00054069

Turner, B. S. (1974). Weber and Islam: A critical study. Routledge & Kegan Paul.

Usman, H. (2008). Manajemen: Teori,praktik, dan riset pendidikan. Bumi Aksara.

Yulk, G. (1998). Kepemimpinan dalam Organisasi. Prenhallindo.

Ziadi, M. R. (2018). Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan Dan Perannya Dalam Perpolitikan Di Lombok. Refleksi: Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Islam, 18(2), 207–239. https://doi.org/10.14421/ref.2018.1802-05


Article metrics

Abstract views : 661 | views : 351


DOI: http://dx.doi.org/10.32478/evaluasi.v5i2.754

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Safinah Safinah, Zainal Arifin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.